Pedoman Puasa

informasi & panduan lengkap seputar Ramadhan

Kondisi Yang Membolehkan Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan

Fiqih Puasa | panduan ibadah puasa di bulan Ramadhan | siapa diberi kewajiban untuk berpuasa | siapa diberi keringanan untuk tidak berpuasa | kaffarat | Fiqih Wanita

Orang yang diwajibkan berpuasa Ramadhan: semua muslimin dan muslimat yang mukallaf (dewasa).

Orang yang tidak diwajibkan berpuasa Ramadhan, dan wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan adalah perempuan yang mengalami haidl dan nifas di bulan Ramadlan.

Orang yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa, dan wajib mengganti (mengqadla) puasanya di luar bulan Ramadhan:

  1. Orang yang sakit biasa di bulan Ramadhan.
  2. Orang yang sedang bepergian (musafir).

Orang yang boleh meninggalkan puasa dan menggantinya dengan fidyah 1 mud (0,5 kg) atau lebih makanan pokok, untuk setiap hari.

  1. Orang yang tidak mampu berpuasa, misalnya karena tua dan sebagainya.
  2. Orang yang sakit menahun.
  3. Perempuan hamil.
  4. Perempuan yang menyusui.


A. Orang yang Diwajibkan dan yang Tidak Diwajibkan Berpuasa

  1. Orang yang diwajibkan berpuasa Ramadhan

Orang yang diwajibkan berpuasa Ramadhan adalah semua muslimin dan muslimat yang mukallaf. Dasarnya adalah Hadits:

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ. [رواه البخاري ومسلم واللفظ له، والترمذي والنسائي وأحمد].

Artinya: “Dari ‘Abdullah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Islam dibangun di atas lima dasar, yakni bersaksi bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah; mendirikan shalat; menunaikan zakat; mengerjakan haji; dan berpuasa pada bulan Ramadhan.” [HR al-Bukhari, Muslim, at-Turmudzi, an-Nasa’i, dan Ahmad, dan lafal ini adalah lafal Muslim].

  • Orang yang tidak diwajibkan berpuasa Ramadhan, dan wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan adalah perempuan yang mengalami
    1. haidl dan nifas di bulan Ramadlan. Para ulama telah sepakat bahwa hukum nifas dalam hal puasa sama dengan haidl. Dasarnya adalah:
      1. Hadits Nabi Muhammad saw:

    قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَا بَلَى. [رواه البخاري].

    Artinya: “Rasulullah saw bersabda: Bukankah wanita itu jika sedang haidl, tidak shalat dan tidak berpuasa? Mereka menjawab: Ya.” [HR. Al-Bukhariy].

    1. Hadits Nabi Muhammad saw:

    عَنْ عَائِشَةَ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ. [رواه مسلم].

    Artinya: “‘Aisyah r.a. berkata: Kami pernah kedatangan hal itu [haid], maka kami diperintahkan mengqadla puasa dan tidak diperintahkan mengqadla shalat.” [HR. Muslim].[1]

    • B. Orang yang Diberi Keringanan dan Orang yang Boleh Meninggalkan Puasa
      1. Orang yang diberi keringanan (dispensasi) untuk tidak berpuasa, dan wajib mengganti (mengqadla) puasanya di luar bulan Ramadhan:
        1. Orang yang sakit biasa di bulan Ramadhan.
        2. Orang yang sedang bepergian (musafir).

    Dasarnya adalah:

    1)        Firman Allah SWT:

    فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ … [البقرة (2): 184].

    Artinya: “Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain …” [QS. Al-Baqarah (2): 184].

    2)      Sabda Nabi Muhammad saw:

    إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ قَالَ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ الصَّوْمَ وَشَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْحَامِلِ أَوِ الْمُرْضِعِ الصَّوْمَ. [رواه الخمسة].

    Artinya: “Bahwa Rasulullah saw bersabda: Sungguh Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia telah membebaskan puasa dan separo shalat bagi orang yang bepergian, dan membebaskan pula dari puasa orang hamil dan orang yang menyusui.” [HR. Al-Khamsah].

    1. Orang yang boleh meninggalkan puasa dan menggantinya dengan fidyah 1 mud (0,5 kg) atau lebih makanan pokok, untuk setiap hari.
      1. Orang yang tidak mampu berpuasa, misalnya karena tua dan sebagainya.
      2. Orang yang sakit menahun.
      3. Perempuan hamil.
      4. Perempuan yang menyusui.

    Dasarnya adalah:

    1)        Firman Allah SWT:

    وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ … [البقرة (2): 184].

    Artinya: “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” [QS. Al-Baqarah (2): 184].

    2)      Hadits Nabi Muhammad saw:

    إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ قَالَ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ الصَّوْمَ وَشَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْحَامِلِ أَوِ الْمُرْضِعِ الصَّوْمَ. [رواه الخمسة].

    Artinya: “Bahwa Rasulullah saw bersabda: Sungguh Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia telah membebaskan puasa dan separo shalat bagi orang yang bepergian, dan membebaskan pula dari puasa orang hamil dan orang yang menyusui.” [HR. Al-Khamsah].


    [1] Ketika mensyarah hadis ini an-Nawaw³ menjelaskan, “Ungkapan ‘… maka kami diperintahkan mengqadla puasa dan tidak diperintahkan mengqadla shalat’ adalah hukum yang telah disepakati. Kaum Muslimin juga telah berijmak bahwa  wanita sedang haid dan nifas tidak wajib shalat dan puasa, dan tidak wajib mengqadla shalat tetapi wajib mengqadla puasa.”

    ======
    Sumber: http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_remository&Itemid=394&func=download&id=137&chk=9342f1d14b4575713caa6fdd300eff9c

    panduan puasa Ramadhan | kewajiban puasa | keringanan puasa | kaffarat | Fiqih Wanita

    About these ads

    Filed under: Panduan P, Keringanan P, Kewajiban P, Islam ala M Shodiq Mustika, ,

    One Response

    1. bima mengatakan:

      pak, saya mau tanya…
      jika ada orang yang ingin mengerjakan puasa kadha…
      bolehkah jika mengerjakannya pada hari raya idul fitri…??
      ada hadis ttg pelarangan mengerjakan pada hari raya, namun, larangan itu bersifat makruhkah atau haramkah??

      —-jawaban Admin:
      Larangan tersebut bersifat haram.

    Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    cara cerdas mendapatkan jodoh ideal cara cerdas mendapatkan jodoh ideal cara cerdas mendapatkan jodoh ideal
    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.