Pedoman Puasa

informasi & panduan lengkap seputar Ramadhan

Shalat Tahajud setelah Tarawih & Witir, bagaimana?

Tanya: Apakah boleh melaksanakan salat malam (misal pukul 02.00 WIB) setelah kita melakukan tarawih dan witir sebelumnya? (Misal pukul 20.00 WIB setelah isya). Saya perhatikan banyak yang melakukan hal tersebut, padahal sepengetahuan saya tidak ada salat lainnya apabila kita telah melakukan witir pada malam itu. Terima kasih. (Ivan, …@yahoo.com)

Jawaban M Quraish Shihab:

Nabi saw memang menganjurkan agar salat witir dijadikan salat terakhir di malam hari. Tetapi ini hanya anjuran. Karena itu, tidaklah mengapa bila -setelah tarawih dan witir— Anda masih akan mengerjakan salat tahajud. Jika Anda melakukannya, maka Anda tidak perlu mengulangi salat witir Anda.

(M Quraish Shihab, Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an)

About these ads

Filed under: Amalan P, Islam ala M Shodiq Mustika, Panduan P,

2 Responses

  1. Mustafa Adnani mengatakan:

    Bahwa Rasulullah melaksanakan shalat malamnya tidak pernah lebih dari sebelas rakaat, apakah di bulan Ramadhan ataupun selain bulan Ramadhan, tercatat dalam kitab Al Muwaththa. Imam Maliki mendapat berita tsb dari Sa’id Maqburi, ia peroleh dari Abi Salamah bin ‘Abdur Rahman, ia peroleh dari Ummul Mukminin ‘Aisyah RA. Demikian pula ttg “Barang siapa melakukan qiyamul lail dengan penuh keimanan dan ketulusan akan diampuni semua dosanya yang terdahulu.”, Imam Maliki menerima hadits ini dari Az Zuhriy, dari Abu Salamah bin Abi Salamah bin Abdurahman bin ‘Auf, telah tertulis di dalam Kitab Al Muwath-thaa. Ihwal Surah Al Muzzammil ayat 1-4, sepertinya tidak mengisyaratkan kepada tahajud, namun mengacu kepada membaca (ulang) atau murattal wahyu dari Allah, yg pada saat itu wahyu baru berjumlah 21 ayat (kalau sudah boleh disebut ayat) yakni Surah Al Alaq sebanyak 5 ayat dan surah Al Qalam baru berjumlah 16 ayat. Masing-masing turun di Makkah (sekitar satu tahun kenabian) Sedangkan informasi bahwa Rasulullah dan para sahabat selalu melaksanakan tahajud, Al Muzzammil ayat 20, diturunkan di Madinah. Demikian pula kata tahajud (hanya disebut sekali dlm Alquran) diturunkan di Madinah. Sedangkan ayat-ayat yang mengarah kepada qiyamul lail juga disebut oleh ayat yg turun di Makkah (a.l. QS.51:17-18, QS.20:130,). Bila saja pada bulan Ramadhan ada tahajud (qiyamul Layl), bukankah itu namanya taraweh? Sebagaimana disebut dalam komentar yg tertulis dlm Al Muwath-thaa,” kaanuu yastarihuuna baina kulli taslimatayn”- Mereka bersantai-santai atau istirahat atau ngangin (dari kata riih) antara satu salam dengan salam berikutnya. Artinya setiap rakaat dikerjakan dengan tidak tergesa-gesa, buru-buru selesai.

    Tidak ada pilihan lain, sebutan Qiyamul Lail di bulan ramadhan adalah At Taraawih. Sebagaimana diriwayatkan oleh oleh Imam Maliki, dari Ibnu Syihaab, dari ‘Urwah bin Zubair, dari Abdur Rahman bin ‘Abdil Qariy, bahwa dia suatu malam pada bulan Ramadhan, pergi ke mesjid bersama Khalifah ‘Umar. Mereka dapati orang-orang melaksanakan qiyamul lail itu masing-masing. ‘Umar menggagas,bahwa alangkah baiknya kalau saja mereka shalat dipimpin oleh seorang pembaca (Alquran) atau Imam. Lantas Ubay bin Ka’b mengkordinir mereka. Kemudian di lain malam (masih bulan Ramadhan) merekapun tetap melaksanakannya dengan dipimpin seorang pembaca (Alquran) atu Imam. Dri sinilah munculnya berita, bahwa pada setiap malam di Ramadhan itu: kaanuu yastarihuuna baina kulli taslimatayn”- Mereka bersantai-santai atau istirahat atau ngangin (dari kata riih) antara satu salam dengan salam berikutnya. Artinya setiap rakaat dikerjakan dengan tidak tergesa-gesa, buru-buru selesai. Diharapkan agar para penyampai tidak membingungkan jama’ah/ummat, sehingga pada bulan Ramadhan ada dua sebutan tathawwu’ : Tahajud dan taraweh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

cara cerdas mendapatkan jodoh ideal cara cerdas mendapatkan jodoh ideal cara cerdas mendapatkan jodoh ideal
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.