Pedoman Puasa

informasi & panduan lengkap seputar Ramadhan

Yang Membatalkan Puasa & Sanksinya

Makan dan minum pada waktu antara shubuh dan maghrib pada bulan Ramadhan, puasanya batal, dan wajib menggantinya di luar bulan Ramadhan. Namun orang yang makan atau minum karena lupa di siang hari pada bulan Ramadhan, dalam keadaan berpuasa, tidaklah batal puasanya, dan harus meneruskan puasanya tanpa adanya sanksi apapun.

Senggama pada waktu antara shubuh dan maghrib pada bulan Ramadhan; puasanya batal, dan wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan, dan wajib membayar kifarah berupa: memerdekakan seorang budak; kalau tidak mampu harus berpuasa 2 (dua) bulan berturut-turut; kalau tidak mampu harus memberi makan 60 orang miskin, setiap orang 1 mud makanan pokok.

  • A. Hal-hal yang Membatalkan Puasa dan Sanksinya
    1. Makan dan minum di siang hari pada bulan Ramadhan, puasanya batal, dan wajib menggantinya di luar bulan Ramadhan.

Allah SWT berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ … [البقرة (2): 187].

Artinya: “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar …” [QS. Al-Baqarah (2): 187].

  1. Senggama suami-isteri di siang hari pada bulan Ramadhan; puasanya batal, dan wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan, dan wajib membayar kifarah berupa: memerdekakan seorang budak; kalau tidak mampu harus berpuasa 2 (dua) bulan berturut-turut; kalau tidak mampu harus memberi makan 60 orang miskin, setiap orang 1 mud makanan pokok. Dalam suatu hadits disebutkan sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللهِ هَلَكْتُ قَالَ مَا لَكَ قَالَ وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي وَأَنَا صَائِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ تَجِدُ رَقَبَةً تُعْتِقُهَا قَالَ لاَ قَالَ فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ لاَ فَقَالَ فَهَلْ تَجِدُ إِطْعَامَ سِتِّينَ مِسْكِينًا قَالَ لاَ قَالَ فَمَكَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَيْنَا نَحْنُ عَلَى ذَلِكَ أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيهَا تَمْرٌ وَالْعَرَقُ الْمِكْيَالُ قَالَ أَيْنَ السَّائِلُ فَقَالَ أَنَا قَالَ خُذْهَا فَتَصَدَّقْ بِهِ فَقَالَ الرَّجُلُ أَعَلَى أَفْقَرَ مِنِّي يَا رَسُولَ اللهِ فَوَاللهِ مَا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا يُرِيدُ الْحَرَّتَيْنِ أَهْلُ بَيْتٍ أَفْقَرُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ ثُمَّ قَالَ أَطْعِمْهُ أَهْلَكَ. [رواه البخاري]

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Ketika kami sedang duduk di hadapan Nabi saw, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki, lalu berkata: Hai Rasulullah, celakah aku. Beliau berkata: Apa yang menimpamu? Ia berkata: Aku mengumpuli isteriku di bulan Ramadhan sedang aku berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw: Apakah engkau dapat menemukan budak yang engkau merdekakan? Ia menjawab: Tidak. Nabi bersabda: Mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut? Ia menjawab: Tidak. Nabi bersabda: Mampukah engkau memberi makan enam puluh orang miskin? Ia menjawab: Tidak. Abu Hurairah berkata: Orang itu berdiam di hadapan Nabi saw. Ketika kami dalam situasi yang demikian, ada seseorang yang memberikan sekeranjang kurma (keranjang adalah takaran), Nabi saw bertanya: Dimana orang yang bertanya tadi? Orang itu menyahut: Aku (di sini). Maka bersabdalah beliau: Ambillah ini dan sedekahkanlah. Ia berkata: Apakah aku sedekahkan kepada orang yang lebih miskin daripada aku, hai Rasulullah. Demi Allah, tidak ada di antara kedua benteng-kedua bukit hitam kota Madinah ini keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku. Maka tertawalah Rasulullah saw hingga nampak gigi taringnya, kemudian bersabda: Berikanlah makanan itu kepada keluargamu.” [HR. Al-Bukhariy].

  • B. Masalah Orang yang Lupa

Orang yang makan atau minum karena lupa di siang hari pada bulan Ramadhan, dalam keadaan berpuasa, tidaklah batal puasanya, dan harus meneruskan puasanya tanpa adanya sanksi apapun. Dalam suatu hadits disebutkan sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ. [رواه الجماعة].

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa lupa sedang ia berpuasa, lalu makan dan minum, maka sempurnakanlah puasanya, karena sesungguhnya Allahlah yang memberi makan dan minum itu kepadanya.” [HR. Al-Jama‘ah].

======
Sumber: http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_remository&Itemid=394&func=download&id=137&chk=9342f1d14b4575713caa6fdd300eff9c

Filed under: Islam ala M Shodiq Mustika, Panduan P, Pembatal P, , ,

16 Responses

  1. sekar mengatakan:

    Batal/tidak jika mandi di siang hari??? “saya mohon jawabannya segera”

  2. Kasrizal mengatakan:

    Kalau mandi nya smp 2 jam jelas batal

    • iptahudin mengatakan:

      gw mau nanya ni, batal ngk sih kalau tidur terus seharian…
      misalnya dari subuh tidur terus bangunnya uadah berbuka puasa tolong dong…
      buat yang puasa selamat berpuasa aja

      • syarif mengatakan:

        menurut gw sich ga batal tapi lo tuh rugi kalo tidur mulu
        gak cuma pahala yang kurang tapi rejeki lo kepatok ayam aliah ciri2x orang miskin.bos.

      • uppyadn mengatakan:

        ya..jelas batal…gimana gak batal orang puasanya gak sholat Dhuhur dan Ashar..yaa..pasti batal,sementara sholat itu tiang agama..dimana mau di taroh puasanya,rumahnya aja gak ada..kecuali tidur seharian dan tak pernah sedetikpun sadar dan hal itu tak mungkin tidur seharian tanpa sadar sedetikpun karena malaikat pasti membangunkan untuk sholat.

  3. Hasan mengatakan:

    saya Mau nanya kalau keluar air mani karena diraba/sengaja hukumnya gimana ? batal ngak ?
    Kalau batal sanksinya apa ? harus bayar kifarat ngak ?

    • uppyadn mengatakan:

      jelas -jelas keluar karena di raba / sengaja, itu sama aja dengan onani/masturbasi,,jelas batallah jangan suka memelintirkan masalah dan mengkaburkan yang haram untuk mencari pembenaran..Allah SWT Maha Mengetahui apa yang hambanya lakukan…….saya pikir sanksinya sama aja dengan bersetubuh……..

  4. kevien mengatakan:

    sy berpuasa, tpi istri sy selalu ingin dekat sy terus.. itu batal gak yah..

  5. Oki Faisal mengatakan:

    Maaf sebelum nya… Menurut saya… Klo hanya sekedar dekat dgn istri dlm arti besebelahan tdk membatalkan puasa. Tp bila anda telah melakukan apa yg dilarang selama berpuasa seperti bersetubuh, berciuman, keluar air mani dll maka puasanya batal.

  6. Yansol mengatakan:

    Lebih bae mencegah, dari pada kebablsan, apalagi kl berdkatanx di tmpat tdur, bisa gawat tuh. . .

  7. Faisal mengatakan:

    I do not doubt again about that.

  8. fran mengatakan:

    sy mau tnya…
    sehabi sahur sy onani..apakah itu puasa sy jd btal??? dan ;g pertanyaan sy, sehabis sahur y nebobtob film “…” dan sy onani.. termasuk batalkah puasa y???

    • eko mengatakan:

      pokokx sebelum waktu sahur itu habis….hehehe tetapi lebih baik hari yang suci diiringi kehidupan yang suci.

  9. gienswa mengatakan:

    Bingung mo nanya kemana..ttg memerdekakan budak. Apakah ini berarti Islam (masih) mengakui Perbudakan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

cara cerdas mendapatkan jodoh ideal cara cerdas mendapatkan jodoh ideal cara cerdas mendapatkan jodoh ideal