Pedoman Puasa

informasi & panduan lengkap seputar Ramadhan

Yang Paling Penting dalam Berpuasa

Menurut Prof Dr Dadang Hawari, seorang psikiater terkemuka, inti puasa adalah pengendalian diri. Sayangnya, kata dia, puasa selama ini seringkali hanya sebatas ritual. Akibatnya, puasa, ya, puasa, korupsi dan kemaksiatan tetap masih juga. Rukun imannya di mana?


Menjadikan Shaum tak Sekadar Ritual

http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/pernik/10/08/08/128851-menjadikan-shaum-tak-sekadar-ritual
Ahad, 08 Agustus 2010, 07:38 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Ramadhan selalu dinanti hamba-hamba Allah yang beriman. Selama sebulan penuh, insan-insan beriman dan bertakwa diwajibkan untuk menunaikan ibadah shaum. Shaum Ramadhan bertujuan untuk mencetak hamba-hamba Allah SWT yang beriman dan bertakwa.

Secara bahasa shaum berarti menahan (imsak). Sedangkan secara istilah shaum berarti menahan makan, minum, menggauli istri dan segala yang membatalkan puasa, dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan niat ibadah.

Psikiater terkemuka di Tanah Air, Prof Dr Dadang Hawari, menegaskan, inti dari shaum adalah pengendalian diri. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, menambahkan, shaum bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. “Yang paling penting adalah mengendalikan diri dari hal-hal yang dilarang,” tuturnya.

Dengan mampu mengendalikan diri, tutur dia, maka seorang Muslim dapat tercegah dari segala perbuatan keji dan munkar. Saat ini, kata Dadang, perbuatan keji dan munkar tengah melanda sebagian besar masyarakat Indonesia. Perbuatan keji dan munkar itu, lanjutnya, berbentuk 5M.

Pertama, madat alias narkotika. Kedua, minuman keras. Ketiga, main judi. Keempat maling termasuk korupsi. Kelima madon atau main perempuan, prostitusi, pelacuran, dan penyimpangan seksual lainnya. “Kalau shaum benar-benar dilaksanakan dengan baik, maka seorang Muslim akan anti terhadap 5M tadi,” ungkapnya. Sayangnya, kata dia, pada sebagian Muslim, puasa masih hanya jadi sebatas ritual.

“Akibatnya, puasa, ya, puasa, korupsi dan kemaksiatan tetap masih juga,” ujarnya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Dadang menegaskan, hal itu terjadi karena rukun Islamnya saja yang dijalankan.

“Rukun imannya di mana? Kalau, misalnya, saya beriman kepada Allah yang Maha Tunggal, Maha Mengetahui, Maha Melihat, bagaimana saya mau korupsi. Apalagi saya percaya bahwa malaikat di kanan-kiri, mencatat apa yang saya lakukan. Maka tidak mungkin saya melakukan hal-hal yang keji dan munkar itu. Rukun iman ini yang kurang. Ini yang menjadi masalah kita.”

Majelis Pimpinan Badan Kerja Sama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI), Prof KH Didin Hafidhuddin, mengungkapkan, tujuan utama shaum bulan Ramadhan adalah mencetak manusia-manusia yang bertakwa. Menurut dia, takwa adalah orang yang selalu berusaha meningkatkan kualitas diri, kualitas akhlak, kualitas pengetahuan, kualitas ibadahnya kepada Allah maupun juga kualitas kesalehan sosialnya.

Ia mengungkapkan, praktik-praktik yang dijalankan dalam ibadah shaum menggambarkan sesuatu yang sangat luar biasa. Shaum, kata dia, meng ajarkan prinsip hidup jujur. Seorang yang berpuasa tidak mau makan, minum, di tengah hari, walaupun itu makanan dan minuman halal, serta tidak ada orang yang tahu. Semua itu dilakukan karena sadar bahwa Allah Maha Tahu.

Hal seperti itu sudah seharusnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Kita jadi tidak mau berbuat curang, korupsi, walapun tidak ada yang tahu, pengawas tidak tahu, aparat hukum tidak tahu. Kita menyadari Allah Maha Tahu,” papar ketua umum Baznas itu. Kesadaran semacam itu, kata dia, harus dibangun seluruh umat Muslim.

Selain itu, papar dia, ibadah puasa juga membangun empati kepada sesama, terutama kepada orang-orang fuqara. Empati bermakna, seorang Muslim tak akan mengkonsumsi sesuatu secara berlebih-lebihan, sementara orang lain banyak yang membutuhkan.

Ibadah shaum, tutur Kiai Didin, juga bertujuan membangun ukhuwwah. “Satu perasaan yang diba ngun oleh ajaran Islam. Kalau sama rata nggak mung kin. Yang dibangun oleh Islam sama-rasa,” ujarnya. Sehingga, antara sesama Muslim tumbuh ka sih sayangnya, saling mencintai, menghormati, menghargai seperti satu tubuh yang tak dapat dipisahkan Ketua MUI Kabupaten Bogor, Dr KH Ahmad Mukri Ajie, menambahkan, Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keutamaan, penuh dengan kemuliaan, antara lain dengan melaksanakan puasa Ramadhan. Sehingga, shaum Ramadhan bisa melebur berbagai kealpaan dan dosa.

Filed under: Renungan P, Islam ala M Shodiq Mustika

One Response

  1. agorsiloku mengatakan:

    Menjelang hari, menjelang Ramadhan, sudilah kiranya membukakan pintu maaf. Mengikhlaskan yang meresahkan dari duri-duri dunia yang melenakan. Wassalam, agor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

cara cerdas mendapatkan jodoh ideal cara cerdas mendapatkan jodoh ideal cara cerdas mendapatkan jodoh ideal